Piala Wali Kota Sawahlunto 2026 Sukses Padukan Pembinaan Atlet Muda dan Dongkrak UMKM

22 Juni 2026 | sawahlunto, koni, prestasi, olahraga

Gambar Berita

Gemuruh sorak-sorai penonton menggema di Lapangan Ombilin pada Minggu sore, 21 Juni 2026, menandai berakhirnya kompetisi sepak bola antar Sekolah Sepak Bola (SSB) bergengsi bertajuk Piala Wali Kota Sawahlunto Tahun 2026. Selama tiga hari penuh, atmosfer kota tua bersejarah ini dihidupkan oleh aksi-aksi memukau dari para pesepak bola masa depan. 


Kompetisi yang dirancang khusus untuk menyasar dua kelompok umur krusial dalam fase pengembangan dini, yakni Kelompok Umur 10 tahun (KU-10) dan Kelompok Umur 12 tahun (KU-12), sukses melahirkan jawara baru sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.


​Turnamen yang diikuti oleh puluhan tim dari berbagai daerah di Sumatera Barat, Riau, dan Jambi ini mencapai puncaknya dalam partai final yang berlangsung sengit. Ribuan pasang mata masyarakat setempat memadati arena pertandingan untuk menyaksikan talenta-talenta muda memperebutkan podium tertinggi. Kehadiran tokoh penting seperti Ramadhani Kirana Putra yang datang langsung memberikan dukungan moral kepada tim-tim SSB asal Kota Solok semakin menambah kemeriahan prosesi penutupan.


​Pada partai puncak kategori KU-12, bentrokan sengit terjadi antara tim tuan rumah SSB PSKS melawan SSB Buayan Padang Pariaman. Kedua tim memperagakan permainan terbuka dengan taktik jual beli serangan yang menegangkan. Kendati demikian, hingga peluit panjang ditiup oleh wasit, kekompakan lini pertahanan SSB Buayan Padang Pariaman berhasil meredam agresivitas tuan rumah. 


Skor tipis 1-0 menyudahi pertandingan tersebut, mengantarkan SSB Buayan Kabupaten Padang Pariaman keluar sebagai Juara 1, disusul oleh PSKS Merah Sawahlunto di posisi kedua, Excelent Batusangkar di posisi ketiga, dan PSKS Putih Sawahlunto di peringkat keempat.


​Pertarungan tidak kalah bergelora tersaji pada laga final kategori KU-10 yang mempertemukan Putra Lintas Bungo Jambi dengan Persigas A Sijunjung. Sejak menit awal, Putra Lintas tampil lebih dominan dan efektif dalam memanfaatkan peluang di lini depan. 


Kemenangan meyakinkan dengan skor 3-1 berhasil diraih oleh tim asal Jambi tersebut, menahbiskan mereka sebagai Juara 1 kategori KU-10. Posisi kedua ditempati oleh Persigas A Sijunjung, diikuti Mafas FC Tebo Jambi sebagai juara ketiga, dan PSKS Putih Sawahlunto di tempat keempat.


​Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, secara resmi menutup rangkaian turnamen ini. Dalam pidato sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh elemen yang terlibat, mulai dari panitia penyelenggara, PSSI Kota Sawahlunto, hingga masyarakat yang menjaga kondusivitas selama acara. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menjaga keberlanjutan kompetisi ini di masa mendatang demi masa depan sepak bola Indonesia.


​“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan sukses. Selain menjadi ajang pembinaan atlet usia dini, turnamen ini juga mampu menggerakkan sektor UMKM dan meningkatkan kunjungan masyarakat ke Kota Sawahlunto,” ujar Wali Kota Riyanda Putra saat memberikan hantaran kata penutup.


​Lebih lanjut, Riyanda Putra menyampaikan ucapan terima kasih secara khusus kepada Tim Tabah selaku penyelenggara kegiatan atas dedikasi mereka dalam mendukung visi Sawahlunto sebagai kota event. Kehadiran ratusan pemain, ofisial, dan orang tua murid dari luar kota maupun provinsi terbukti memberikan dampak berganda yang nyata bagi perekonomian lokal. Kamar-kamar hotel dan homestay di seputar kota kembali terisi, sementara para pelaku UMKM, terutama pedagang kuliner dan kerajinan, meraup keuntungan berlipat selama tiga hari penyelenggaraan turnamen.


​Senada dengan Wali Kota, Ketua PSSI Kota Sawahlunto, Ronny Eka Putra, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak, terutama pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan fasilitas dan moral yang luar biasa. Ronny menaruh harapan besar agar kualitas infrastruktur olahraga dapat terus ditingkatkan agar para pemain muda dapat berkembang di atas kondisi lapangan yang lebih representatif.


​“Turnamen ini akan menjadi program pembinaan berkelanjutan. Kami ingin memberikan ruang kompetisi yang rutin bagi anak-anak agar kemampuan dan mental bertanding mereka terus berkembang. Selamat kepada pemenang, dan bagi seluruh pemain, tetaplah saling menghargai lawan untuk terus berkembang bersama,” kata Ronny Eka Putra dengan penuh optimisme.


​Keseriusan PSSI dan panitia dalam membangun iklim kompetisi yang sehat dan kompetitif terlihat jelas dari guyuran stimulus motivasi berupa total hadiah yang menyentuh angka 30 juta rupiah. Alokasi stimulus tersebut dibagi secara proporsional demi memacu semangat juang anak-anak. 




Porsi untuk kategori KU-12 ditetapkan sebesar 16,5 juta rupiah, di mana sang pemenang utama, SSB Buayan, berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar 6 juta rupiah. Peringkat kedua mendapatkan 4 juta rupiah, peringkat ketiga menerima 3 juta rupiah, dan peringkat keempat membawa pulang 2 juta rupiah. Selain uang pembinaan, tim yang menempati peringkat pertama hingga ketiga berhak atas medali, piala, dan piagam penghargaan, sedangkan tim peringkat keempat mendapatkan piala beserta piagam.


​Panggung penghargaan di Lapangan Ombilin tidak hanya merayakan kejayaan tim, melainkan juga mengapresiasi talenta individu yang tampil menonjol sepanjang turnamen. Pada kategori KU-12, gelar pencetak gol terbanyak atau topskor berhasil disabet oleh Alkha Alfharoeby dari Excelent Batusangkar. Predikat kiper terbaik jatuh kepada Rizqi Muhammad Ozil dari Buayan Padang Pariaman, sementara rekan satu timnya, Dirga Okta Adha, dinobatkan sebagai pemain terbaik. Masing-masing dari mereka berhak menerima uang tunai sebesar 500 ribu rupiah yang dilengkapi dengan trofi, medali, serta piagam penghargaan.


​Sementara itu, untuk kategori KU-10, total hadiah yang diperebutkan adalah sebesar 13,5 juta rupiah. Tim Putra Lintas Muaro Bungo Jambi sebagai sang jawara memboyong uang tunai sebesar 5,5 juta rupiah. Juara kedua membawa pulang 3,5 juta rupiah, juara ketiga mendapatkan 2 juta rupiah, dan juara keempat memperoleh 1 juta rupiah. Format penghargaan non-tunai disamakan dengan kategori KU-12, mencakup piala, medali, dan piagam untuk tiga besar serta piala dan piagam bagi posisi keempat.


​Motivasi personal untuk anak-anak di kategori KU-10 juga dihargai tinggi melalui penghargaan individu dengan nominal uang tunai yang sama, yakni 500 ribu rupiah beserta piala, medali, dan piagam. Gelar topskor sukses diraih oleh Baliq Mufid dari Persigas A Sijunjung. Dominasi juara umum dilengkapi oleh skuad Putra Lintas Bungo Jambi yang menyapu bersih gelar individu tersisa, yakni Cisco Sobis sebagai kiper terbaik dan Rehan Syaputra sebagai pemain terbaik.


​Di samping para aktor di lapangan hijau dan jajaran pelatih, panitia pelaksana juga memberikan penghormatan tinggi kepada korps baju hitam. Para wasit yang memimpin jalannya pertandingan dari hari pertama hingga partai final turut naik ke atas panggung untuk menerima sertifikat penghargaan. Pemberian sertifikat ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan ketegasan mereka dalam mengawal jalannya laga serta menjaga nilai-nilai sportivitas tetap tegak di atas rumput Lapangan Ombilin.


​Dengan berakhirnya perhelatan akbar Piala Wali Kota Sawahlunto Tahun 2026, kota tambang bersejarah ini sukses mengirimkan pesan kuat ke tingkat regional. Sawahlunto tidak hanya berkomitmen dalam merawat warisan budaya, tetapi juga bergerak nyata dalam membangun fondasi sepak bola nasional sejak usia dini, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai destinasi sport tourism yang aktif dan potensial di Sumatera Barat. (ton)


Berita lainnya