KONI Sawahlunto Evaluasi Total Hasil Tes VO2 Max Demi Target Porprov XVI Sumbar

17 Juni 2026 | sawahlunto, koni, olahraga, prestasi, juara, sumbar

Gambar Berita

Langkah nyata dan terukur mulai diambil oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026 mendatang. 


Setelah merampungkan rangkaian tes VO2 Max yang berlangsung maraton selama empat hari, Tim Teknis KONI Kota Sawahlunto bergerak cepat dengan menggelar rapat pleno awal pada Rabu (17/6/2026). 


Rapat krusial ini didedikasikan khusus untuk mengevaluasi secara mendalam dan membedah hasil tes kebugaran fisik para atlet yang akan menjadi ujung tombak kota ini di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.


​Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, yang diwakili oleh Wakil Ketua I Boy Purbadi bersama Sekretaris Umum Hendri Febriyudi dan seluruh jajaran tim teknis, menegaskan soliditas mereka dalam mengawal proses ini. Pertemuan tersebut berhasil menyepakati komitmen bersama mengenai standardisasi performa atlet, di mana seluruh data yang telah diolah akan diserahkan ke tingkat pimpinan tertinggi untuk pengambilan keputusan strategis selanjutnya.


​Fokus utama dari rapat pleno ini adalah melakukan verifikasi factual serta analisis komparatif terhadap data VO2 Max dari seluruh atlet yang telah berpartisipasi. Tim teknis bekerja ekstra ketat untuk memastikan bahwa angka-angka yang keluar dari hasil tes benar-benar merefleksikan kondisi riil dan performa fisik atlet di lapangan. Pengondisian ini sangat penting mengingat VO2 Max merupakan indikator mutlak dalam mengukur kapasitas aerobik maksimal dan daya tahan seorang atlet. 


Tinggi rendahnya angka VO2 Max ini akan menjadi penentu seberapa lama dan seberapa kuat seorang atlet mampu mempertahankan performa terbaiknya di bawah tekanan kompetisi yang tinggi. KONI Sawahlunto menyadari bahwa pemantauan indikator ini secara berkala adalah instrumen wajib dalam modernisasi pembinaan olahraga.


​Dari hasil bedah data yang dinamis tersebut, tim teknis mulai merumuskan sejumlah rekomendasi strategis pembinaan ke depan. Rekomendasi ini nantinya akan menjadi dokumen sakral dan bahan pertimbangan utama bagi tim seleksi dalam menentukan siapa saja atlet yang layak diberangkatkan menuju Porprov. 



Perhatian besar dan evaluasi khusus diberikan kepada para atlet yang hasil tes fisiknya masih berada di bawah garis standar minimal yang telah ditetapkan oleh tim sport science. Atlet-atlet dalam kategori ini akan mendapatkan perhatian intensif agar ketertinggalan fisik mereka dapat dikejar dalam waktu yang tersisa.


​Pendekatan yang dilakukan pun tidak digeneralisasi, melainkan dilakukan pembedahan secara spesifik per cabang olahraga. Tim teknis menyadari betul bahwa setiap cabang olahraga memiliki karakteristik, kebutuhan fisik, dan sistem energi yang berbeda-beda. 


Kebutuhan VO2 Max seorang atlet sepak bola atau atletik tentu berbeda parameternya dengan atlet panahan atau catur. Melalui pemetaan berbasis cabang olahraga ini, KONI Sawahlunto dapat merancang program latihan lanjutan yang lebih personal dan tepat sasaran, sehingga peningkatan kondisi fisik atlet sebelum memasuki fase pemusatan latihan berikutnya dapat berjalan optimal.


​Di sisi lain, rapat pleno ini juga bersikap tegas terhadap kedisiplinan. Tim teknis secara khusus menyoroti keberadaan beberapa atlet yang sebenarnya sudah masuk dalam daftar pemantauan dan pembinaan jangka panjang, namun mangkir atau tidak hadir saat pelaksanaan tes VO2 Max tempoh hari. 


Alasan ketidakhadiran para atlet ini dibedah satu per satu secara objektif. Langkah penanganan komprehensif pun disiapkan, mulai dari kemungkinan memfasilitasi tes susulan bagi yang memiliki alasan mendesak dan logis, hingga pemberian evaluasi khusus yang berpotensi memengaruhi kelolosan mereka ke skuad utama Porprov.


​Melalui Bidang Prestasi dan Sport Science, KONI Kota Sawahlunto mengirimkan pesan kuat bahwa proses seleksi menuju Porprov 2026 tidak akan lagi menggunakan metode konvensional atau sekadar kedekatan, melainkan berbasis data yang objektif dan ilmiah. 


Hasil tes VO2 Max ini diposisikan sebagai instrumen penyaring yang valid guna memastikan bahwa kontingen yang diutus mewakili Kota Sawahlunto adalah mereka yang benar-benar memiliki kebugaran prima, mental petarung, dan kesiapan menyeluruh untuk merebut medali emas serta mengharumkan nama kota di tingkat Sumatera Barat. (ton)


Berita lainnya