14 Juli 2026 | sawahlunto, koni, olahraga, prestasi, juara, sumbar
Perjalanan panjang menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatra Barat kini memasuki fase yang semakin krusial bagi para atlet tenis lapangan Kota Sawahlunto. Menyadari ketatnya persaingan dan tingginya standar yang dipatok, Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Kota Sawahlunto terus memacu program latihan secara kontinyu dan berkelanjutan. Langkah taktis ini diambil berdasarkan evaluasi mendalam terhadap hasil monitoring dan evaluasi (monev) tahap I dan II, serta grafik perkembangan kebugaran atlet yang terekam pada uji VO2 Max tahap I dan II sebelumnya.
Keseriusan para atlet dan jajaran pelatih PELTI terpantau langsung saat Tim II Monev KONI Kota Sawahlunto menyambangi pemusatan latihan mereka pada Selasa, 14 Juli 2026. Kehadiran tim monitoring yang diperkuat oleh Doni Ramadona, Zilfiskuri, Erwin, M. Yusuf, Lydia Meisya, serta Sekretaris Umum KONI Sawahlunto Hendri Febriyudi, bertujuan untuk meninjau secara langsung kualitas latihan sekaligus memberikan suntikan motivasi kepada para atlet yang sedang berjuang menembus jajaran kontingen resmi.
Di sela-sela peninjauan tersebut, perwakilan Tim II Monev KONI Sawahlunto, Doni Ramadona, menekankan pentingnya sinergi antara ketangguhan teknik dan kedisiplinan fisik yang terus dipelihara sejak monev awal bergulir. Rekam jejak perkembangan dari tahap ke tahap menjadi cermin objektif bagi kesiapan mental bertanding mereka di tingkat provinsi.
"Melihat perkembangan hasil monev tahap I, II dan VO2 Max tahap I, II dalam rangka penyeleksian kontingen, maka PELTI melakukan persiapan dan latihan secara kontinyu dan berkelanjutan agar lolos menjadi kontingen Kota Sawahlunto," ujar Doni Ramadona.
Langkah monitoring ini dipastikan tidak akan berhenti di sini. Setelah merampungkan agenda monev tahap ketiga ini, KONI Kota Sawahlunto telah merancang program krusial berikutnya yang sangat menentukan, yaitu pelaksanaan uji VO2 Max tahap ketiga. Tes ketahanan fisik ini dinilai sebagai instrumen paling mutakhir dan objektif untuk menyaring kualitas stamina serta kapasitas aerobik para atlet di bawah tekanan fisik yang tinggi.
Nantinya, hasil dari uji VO2 Max tahap ketiga tersebut akan dijadikan sebagai indikator utama dan penentu final. Angka-angka yang dihasilkan dari tes fisik tersebut akan menyaring dan menetapkan nama-nama atlet yang dinilai paling siap dan berhak diberangkatkan untuk mengikuti Training Center (TC) atau pemusatan latihan intensif.
Melalui sistem seleksi yang ketat dan berbasis data riil ini, Kota Sawahlunto optimistis hanya akan mengirimkan patriot olahraga terbaik yang memiliki ketahanan fisik prima untuk merebut prestasi tertinggi di ajang Porprov XVI Sumbar mendatang. (ton)