Denting Besi di Kota Arang: Ikhtiar Meneropong Asa Juara PABSI Sawahlunto

14 Juli 2026 | sawahlunto, koni, olahraga, prestasi, juara, sumbar

Gambar Berita

Suara benturan lempengan besi dengan lantai karet terdengar beritme di sudut ruang latihan sore itu. Di tengah deru keringat dan napas yang memburu, para atlet Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Sawahlunto terus melampaui batas kemampuan fisik mereka. Selasa, 14 Juli 2026, menjadi hari yang berbeda ketika fokus latihan mereka kedatangan tamu istimewa. 


Langkah senyap namun pasti dari Tim IV Monitoring dan Evaluasi (Monev) KONI Kota Sawahlunto hadir melakukan inspeksi mendadak. Langkah ini diambil demi memastikan bahwa setiap tetes keringat di tempat latihan akan bermuara pada prestasi gemilang di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang akan ditabuh pada 2 hingga 14 Oktober 2026 mendatang.


​Rombongan peninjau yang dipimpin langsung oleh Muldayuri tampak cermat mengamati setiap detail angkatan para atlet. Didampingi oleh jajaran anggota tim yang terdiri dari Efwilza, Afrinaldi, Leo Trisman, Rinta Ariany Akbar, serta Humas Anton Saputra, kehadiran mereka bukan sekadar formalitas kunjungan kerja. 


Ada misi besar di balik sidak ini, yaitu menyaring, mengevaluasi, sekaligus memvalidasi kesiapan fisik, teknik, dan mental para patriot olahraga. KONI Sawahlunto ingin memastikan bahwa delegasi yang dikirim ke medan laga adalah barisan atlet yang benar-benar matang dan memiliki potensi kuat untuk mendulang medali.


​Di sela-sela peninjauan yang berlangsung hangat namun serius tersebut, Muldayuri berdiri memberikan suntikan moral yang membakar semangat para atlet. Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa ketatnya persaingan di tingkat Sumatera Barat menuntut persiapan yang tanpa cela dan konsistensi yang tidak boleh kendur sedetik pun.




​"Para atlet PABSI harus terus mematangkan persiapan menjelang pekan olahraga provinsi ini. Hal ini sangat krusial agar tim yang kita utus nanti mampu bersaing dengan kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat, serta siap bertarung habis-habisan untuk meraih medali demi mengharumkan nama Kota Arang," tegas Muldayuri di lokasi latihan.


​Namun, semangat membara di arena latihan tentu harus ditopang oleh kesiapan fasilitas yang mumpuni. Di sudut ruang latihan, Pelatih PABSI, Fauzi, mengutarakan realita di lapangan mengenai tantangan teknis yang dihadapi anak asuhnya. Bagi Fauzi, membiasakan atlet dengan standar kompetisi sesungguhnya sejak masa latihan adalah kunci membangun mental juara. Ia mengungkapkan bahwa ketersediaan peralatan tanding yang standar menjadi instrumen yang sangat krusial agar para atlet tidak canggung dan mampu beradaptasi dengan cepat saat berlaga di panggung Porprov nanti.


​Kunjungan ke cabor PABSI ini merupakan babak penting dari rangkaian Monev Tahap Ketiga yang digelar berkala oleh KONI Kota Sawahlunto. Melalui evaluasi berjenjang ini, KONI berkomitmen memastikan bahwa alokasi anggaran, penyediaan fasilitas, dan program latihan yang telah dirancang dapat terkonversi menjadi prestasi nyata di lapangan.


​Langkah konkret ini tidak berhenti sampai di sini. Setelah merampungkan agenda monev tahap ketiga, KONI Kota Sawahlunto telah menjadwalkan program krusial berikutnya, yakni pelaksanaan uji VO2 Max tahap ketiga. Tes ketahanan fisik mutakhir ini akan menjadi alat ukur objektif untuk menyaring kualitas stamina para atlet. 


Hasil dari uji VO2 Max tersebut nantinya akan menjadi indikator utama sekaligus penentu final dalam menetapkan nama-nama atlet yang berhak diberangkatkan untuk mengikuti pemusatan latihan intensif atau Training Center (TC) sebelum resmi berlaga di Porprov XVI Sumatera Barat. (ton)


Berita lainnya