Mimpi Emas Tanpa Disiplin: Sentilan Pedas KONI Sawahlunto untuk Atlet Mangkir Tes Fisik

07 Agustus 2026 | sawahlunto, koni, olahraga, prestasi, juara, sumbar

Gambar Berita

Upaya melahirkan atlet berprestasi dan siap tempur terus dimatangkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto. Melalui Tim Teknis, KONI Sawahlunto menggelar rapat koordinasi intensif di Aula KONI Sawahlunto pada Jumat (7/8/2026) guna mematangkan agenda tes kebugaran VO2 Max bagi para atlet yang dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Tes fisik yang menjadi tolok ukur ketahanan atlet tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada 8 dan 9 Oktober 2026 mendatang.


​Pelaksanaan rapat ini menjadi pijakan strategis untuk memastikan seluruh tahapan pengujian berjalan sesuai standar baku keolahragaan. Langkah ini diambil agar pemetaan kondisi fisik para atlet dapat terukur secara objektif, sekaligus menjadi fondasi utama dalam menentukan komposisi kontingen terbaik Kota Sawahlunto.


​Wakil Ketua I KONI Kota Sawahlunto, Boy Purbadi, menegaskan bahwa tes fisik ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan tahapan krusial dalam menyaring atlet potensial. "Tes VO2 Max ini merupakan bagian penting dalam proses evaluasi kondisi fisik atlet. Kami berharap melalui kegiatan ini dapat terjaring atlet-atlet terbaik yang nantinya mampu memberikan hasil maksimal bagi Kota Sawahlunto di ajang Porprov," ungkap Boy.


​Sejalan dengan hal tersebut, kelancaran dan akurasi hasil pengujian turut menjadi perhatian utama. Wakil Ketua II KONI Kota Sawahlunto, Heru Apri Oval, mewanti-wanti seluruh jajaran tim teknis untuk menjaga ketelitian dan integritas selama proses pengujian berlangsung. "Tim teknis harus bekerja secara profesional dan teliti dalam pelaksanaan VO2 Max nanti. Jangan sampai ada hal-hal yang terlewat atau kecolongan yang dapat memengaruhi hasil dan objektivitas penilaian atlet," tegas Heru.




​Selain kesiapan teknis, kedisiplinan jajaran cabang olahraga (cabor) dan para atlet juga menjadi sorotan tajam. Sekretaris Umum KONI Kota Sawahlunto, Hendri Febriyudi, menjelaskan mekanisme pendaftaran ulang dan penjadwalan susulan bagi cabor yang memiliki kendala berhalangan hadir. Hendri menegaskan bahwa setiap cabor wajib melayangkan pemberitahuan tertulis jika tidak dapat mengikuti tes sesuai jadwal yang ditetapkan.


​"Bagi atlet yang tidak bisa mengikuti jadwal VO2 Max, silakan menyampaikan surat resmi kepada KONI. Cabor yang mengirimkan surat tetap akan diberikan kesempatan mengikuti tes pada hari dan tanggal yang berbeda. Namun apabila tidak ada surat atau keterangan resmi, maka akan dianggap tidak hadir," jelas Hendri.


​Sikap tegas mengenai kedisiplinan ini diperkuat oleh Wakil Koordinator Tim Teknis, Doni Ramadona. Ia menekankan bahwa sanksi tegas menanti bagi atlet maupun cabor yang mengabaikan aturan prosedur tersebut. "Tidak ada ampun bagi atlet dari cabor yang tidak memberikan keterangan terkait ketidakhadiran mereka dalam tes VO2 Max. Disiplin dan kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mempersiapkan atlet menuju Porprov," tegas Doni.


​Melalui komitmen ketat dan pemetaan fisik yang presisi ini, KONI Kota Sawahlunto optimistis dapat mengantongi gambaran utuh mengenai peta kekuatan fisik para atletnya. Evaluasi menyeluruh dari tes VO2 Max ini diharapkan mampu mendasari program latihan yang lebih terarah, spesifik, dan optimal demi mengamankan prestasi tertinggi pada Porprov Sumatera Barat 2026. (ton)


Berita lainnya